Senin, 04 September 2017

Rasa Yang Tak Kadaluarsa

Rasa itu
Seharusnya sudah kadaluarsa
Karna segala tentangmu
Sudah usang

Tapi hingga kini
Aku masih konsumsi
Karna hal tentangmu
Selalu menyungging senyumku

Entah sudah berapa
Racun yang ku telan
Saat aku berkubang dalam kemunafikan
Kubilang tidak pdhal iya

Iya bung
Rasa ini masih ada
Masih kuat seperti dulu
Persis saat kau tinggalkan aku

Sudah mau mati rasanya
Mencoba mengusir segala
Detak cepat jantungku
Saat mengingatmu

CATATAN UNTUK MAS BUNG

Teruntuk mas bung yang saat ini tengah terlelap manja setelah lelah bekerja seharian.

Halo sayang,
Terimakasih sudah mau bekerja keras.
Terimakasih untuk setiap keringat yg keluar.
Lelap tidurmu malam ini membiaskan betapa sibuknya kau hari ini.

Setiap kali kau berangkat kerja,
Aku sebenarnya selalu rindu sayang.
Tapi aku enggan memberitahumu.
Aku tak mau dianggap lemah, baru berpisah sebentar saja sudah rindu.
Tapi apa boleh buat.

Setiap pagi kita,
Aku selalu membiarkan kamu berceloteh tentang berita politik di tv yg selalu sabar tidak aku perhatikan.
Karena fokusku tertuju pada cara bicaramu membincang tentang pemerintahan dan orang2 yg didalamnya.
Aku hanya tersenyum saat kau mulai jengkel dengan kondisi yg carut marut ini.

Setiap kita pergi makan siang,
Aku menikmati setiap ceritamu tentang kopi.
Segala hal tentang jenis, keasaman, asal dll yg aku jujur tak peduli sayang.
Aku hanya ingin menikmati setiap senyum yg muncul.
Aku menikmati gairahmu yg keluar saat kau ceritakan segala hal tentang kopi kopi nusantara itu.
Sesekali kau memandangiku dengan tatapan mata yang jelas menjadi favoritku itu.
Ahh.. aku sayang kamu.

Tunggu....
Aku blm menceritakan apa yang aku suka ttg mu saat senja menyapa.

Ahh...
Besok saja sayang aku ceritakan.
Saat ini aku ingin menikmati wajahmu dalam lelap tidur ini.

Semakin aku bernafas, semakin aku cinta.
Entah ramuan apa yang kau beri sayang,
Aku menikmati nya.

Sabtu, 19 Agustus 2017

MERDEKA !!

Merdeka itu kalau mau bilang rindu
Tanpa rasa takut

Merdeka itu kalau tidak lagi
Dihantui bayangan masa lalu

Merdeka itu kalau tidak cemburu lagi
Pada hal-hal remeh receh

Merdeka itu kalau aku sudah bisa bahagia
Tanpa kamu yg jadi alasannya

Ternyata

Aku
Belum
Merdeka....

Dia itu KAMU

Dia...
Yang pesonanya tiada pernah pupus
Yang karakter suaranya selalu membuatku jatuh
Yang senyumnya otomatis menarik senyum di wajahku
Yang kegilaanya bisa membuat aku merindu

Iya..
Dia itu kamu,
Dalam penggalan kisah ini.

Dia...
Yang hatinya bagai gua
Tak terhitung dalam dan panjangnya
Apa isinya ?
Yang tau hanya Tuhan dan dirinya
Maksud dan tujuannya tak bisa ditebak

Iya..
Dia itu kamu,
Dalam penggalan kisah ini.

Memang bukan salahnya
Jika senyumnya membuat jatuh cinta
Jika suaranya menyamankan
Jika candanya menghibur hati yg lara

Tapi semua menjadi salah
Jika sengaja dia tebar jala
Membungakan hati setiap anak dara
Membubung tinggi harap dan asa
Lalu kau bilang semua hanya canda

Ampuni,
Jika harus terungkit lagi
Kisah menyedihkan ini
Hati yg teriris ternyata belum pulih
Luka yg ada ternyata belum kering

Cukupkan sampai disini
Aku hanya sedang sendu sendiri
Memikirkan rindu yg menggoncang hati
Pikirku aku sudah selesei
Tapi
Takdir berkata lain
Hanya sesal yg terjalin
Indah namun sakit

Rabu, 26 Juli 2017

MULTI TAFSIR HADIRMU

Mas
Apakah Kau Percaya Karma
Setelah Semua Yang Kau Lakukan
Pada Hatiku Yang Kini Terluka

Aku Tau
Memang Aku Naif
Termudah Aku Percaya
Pada Bisik Manis
Indah Senyuman Dan Tajam Sorot Matamu

Mas
Saat Ini Aku Dilanda Lara
Lara Karena Mu
Karena Takutku  Akan Kepergianmu

Aku Tak Ingin
Tidak Melihatmu Lagi
Aku Masih Ingin
Tapi
Melihatmu Membuat Aku Lara

Mas
Aku Ingin Pergi
Ingin Ku Berlari
Karena Jika Aku Masih Disini
Senyumanmu Menikam Hatiku Kian Menjadi

Aku Akan Sabar
Semoga Diberi Umur Panjang
Agar Bisa Kulihat
Semesta Membalikan Keadaan
Kau Dipermainkan
Dan Aku Bahagia

Tapi Bukan Kamu Alasannya

TERBODOH SESAAT

SEBENARNYA
APA YANG KAMU MAU MAS
SEMUA PERHATIAN
DAN PERLAKUAN SPESIALMU
HANYA SANDIWARA SEMATA

TERNYATA
YANG KAU INGINKAN
HANYA DI KAGUMI DAN DI PUJA
HANYA DI MENGERTI
DAN DI CARI

BUKAN YANG SEJATI INGINMU
BUKAN KOMITMEN YANG KAU MAU
BAHKAN SETELAH SEGALANYA
KAU BILANG KAU HANYA BERCANDA

BODOHNYA

AKU TETAP BERTAHAN DALAM BAYANG – BAYANG SENYUMANMU
SETELAH BERKALI – KALI KAU BILANG 
"AKU TAK MAU KAMU..."
DAN KAU TUNJUKAN SENYUMANMU 
YANG BUKAN KARENA AKU

KAU PATAHKAN (LAGI) 
HATIKU (DAN HIDUPKU)

SAMPAI AKU SADARI
WALAU SULIT HARUS KULALUI
AKU HARUS BERLARI
MENINGGALKAN SEGALA KENANGAN TENTANG KAMU

AKU PERGI
DAN SEMOGA
TAK PERNAH LAGI
KAU DAPAT
CINTA SETULUS AKU

YANG SELALU SETIA
MENYEBUT NAMAMU
DALAM DOA DI SEPERTIGA MALAMKU

INGAT MAS
TUHAN YANG MENAKAR
SETIAP AIRMATAKU
YANG TERJATUH
KARENA MU....

Kamis, 13 Juli 2017

HUJAN RINDU UNTUKMU

Hujan mulai turun sejak siang tadi. Dan aku masih tetap disini. Didalam kamar ku yang kecil dan sederhana. Sesederhana hatiku yang masih menginginkan kamu. Sama seperti hujan yang turun dengan derasnya hari ini, hatiku pun masih menggebu untuk memilikimu.
Kau seperti air, yang dapat dilihat namun tak dapat ku genggam. Aku bisa merasakan mu, melihat senyummu, mendengar tawamu, namun aku tag mampu menyentuhmu. Aku ingin memilikimu, namun apa dayaku ? Aku tak terbiasa dengan keadaan ini. Meski telah lama aku menjalaninya. Dan aku tetap tag biasa. Sebenarnya aku yakin kamu tau. Tentang semua rasa ini, tentang kesetiaanku pada rasa untuk mu.
Aku tak memilih bahkan aku tag kuasa menolak ketika rasa ini menghinggapiku. Aku tak tau apa yang harus ku lakukan ketika angin membawa rasa ini masuk dan tetap tinggal di hatiku hingga malam ini. Malam yang begitu sunyi. Dingin karna hujan yang tak kunjung reda. Dan karna malam ini aku merindukanmu. Atau lebih tepatnya karna tiap malam aku selalu merindumu. Dan selalu kau tak pernah tau. Hanya secangkir coklat panas serta kertas putih yang jadi saksi atas semua rasa yang menghinggapiku tiap malam, tiap rindu itu datang. Dan itu sakit, sesak di dadaku. Karna kamu…